Buronan kasus penembakan tewas dibedil polisi

Buronan kasus penembakan tewas dibedil polisi

Buronan kasus penembakan tewas dibedil polisi – Seorang buronan kasus penembakan di Aceh Utara, Provinsi Aceh, beberapa bulan lalu, tewas tertembak polisi.

Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Aceh Kompol Suwalto memberitahukan bahwa pada Sabtu (15/9) dini hari, regu gabungan Polres Aceh Utara dibantu Subdit 3 Ditreskrimum dan BKO Brimob Polda Aceh menangkap Johansyah (31) di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Saat dibawa polisi ke rumahnya sekitar pukul 12.00 WIB di Gampong Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, untuk mencari senjata api macam FN, Johansyah melawan petugas dan mencoba melarikan diri. Kemudian pelaku terpaksa ditembak. Johansyah tewas ketika menjalani perawatan di Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara.

Berdasarkan Kompol Suwalto ketika dicokok dan diinterogasi, Johansyah mengaku menaruh senjata macam AK-56 di rumah orang tuanya. Kecuali itu, Johansyah juga mengaku menaruh sepucuk senjata api macam FN di rumahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah menambahkan bahwa senjata AK-56 yang diakui disimpan di rumah bapak dan ibu Johansyah ditemukan di dapur dalam tumpukan padi yang dibungkus selimut.

Senjata FN, katanya lagi, yang dicari di rumah Johansyah belum ditemukan lantaran tersangka mencoba melarikan diri dengan mendobrak kaca jendela. Pelaku terpaksa ditembak dan terkena pada komponen pinggang dan pinggul.

Kuatir jatuh korban pada member, mengingat sebelumnya juga ada ancaman dari tersangka ini bakal menghabisi keluarga member,kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa sepucuk senjata api AK-56 dengan 12 butir amunisi, sebilah pisau, dan sebuah kendaraan beroda empat Honda Jazz milik Johansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *