LG Single Commercial AC bisa Akta Hemat Tenaga dari UI

LG Single Commercial AC bisa Akta Hemat Tenaga dari UI

LG Single Commercial AC bisa Akta Hemat Tenaga dari UI – Krisis kekuatan seakan menjadi info yang tidak pernah selesai di dunia global, termasuk di Indonesia. Penerapan perangkat elektronik sehari-hari di perkantoran membikin konsumsi kekuatan kian tinggi.

Mengamati fenomena hal yang demikian, Pemerintah Indonesia malahan berkeinginan tinggal membisu. Pemerintah menjalankan aksi untuk mengakselerasi kegiatan penghematan kekuatan.

Gerakan hal yang demikian mendapatkan dukungan penuh dari PT. LG Electronics Indonesia (LG), sebagai pabrik perangkat elektronik yang sudah menjadi komponen dari kelompok sosial Indonesia selama 26 tahun.

Bersama dengan pemerintah Indonesia, kami optimistis menciptakan kampanye hemat kekuatan menjadi gerakan yang berhasil. Kontribusi kami untuk berpartisipasi dalam kampanye ini menonjol dari meluasnya teknologi LG Inverter.

LG tak cuma menyediakan teknologi inverter untuk LG Residential AC, melainkan juga meluas ke koleksi baru LG Single Commercial AC,ujar Presiden Direktur PT. LG Electronics Indonesia, Seungmin Park, dalam sambutannya di LG Air Conditioning Inverter – Universitas Indonesia Energy Saving Certification, di Hotel Fairmont Jakarta.

Single Commercial Air Conditioning (SCAC) hadir sebagai solusi untuk rumah besar dan gedung perkantoran yang memerlukan pendingin ruangan hemat listrik. Hadir dalam dua figur, AC ini mempunyai kapasitas pendinginan lebih besar, merupakan 4PK untuk figur ceiling cassette dan 5PK untuk produk floor ceiling.

Kedua produk hal yang demikian juga telah benar-benar terjamin hemat kekuatan. Tidak main-main, LG menjalankan pengujian tingkat konsumsi listrik untuk kedua AC ini di institusi Electric Power and Energy Studies (EPES) Universitas Indonesia (UI). Percobaan ini dipimpin oleh Kepala EPES UI, Iwa Garniwa, bersama timnya.

Pelaksanaan pengujian dilaksanakan selama dua bulan dengan penetapan pengontrolan temperatur 18˚C dan 24˚C, merupakan dua suhu yang paling acap kali diterapkan dalam penggunaan AC. Lebih lanjut, situasi suhu ini dibagi dalam tiga bobot pendinginan, 20% mewakili temperatur sekitar cenderung adem seperti malam hari, 50% seperti cuaca normal cenderung panas, sampai 100% laiknya AC berprofesi di cuaca terik.

Selama 24 jam kita bandingkan (AC LG Inverter dan non-inverter), penghematannya menempuh 61,55 persen untuk yang floor standing serta yang ragam ceiling menempuh 50 persen. Jadi, ini menampakkan bahwa yang inverter menampakkan penghematan yang benar-benar tinggi diperbandingkan non-inverter,sebut Iwa, dalam acara sama.

Akta Hemat Tenaga dikasih oleh pihak EPES UI yang diwakilkan Iwa terhadap James Lee selaku perwakilan dari PT. LG Electronics Indonesia dalam acara LG Air Conditioning Inverter – Universitas Indonesia Energy Saving Certification, di Hotel Fairmont Jakarta.

Memenuhi standar pemerintah

LG Inverter juga menambah produk pendingin ruangan berbasis teknologi inverter yang ada di pasaran. Menurut data dari Direktorat Jenderal Tenaga Baru Terbarukan dan Konservasi Tenaga, baru 9 persen AC di pasaran yang menerapkan teknologi inverter.

Kecuali itu, LG inverter juga sudah memenuhi Standar Kerja Tenaga Minimum (SKEM) atau Minimum Energy Performance Standard (MEPS) yang disyaratkan oleh pemerintah. Menurut Aturan Menteri ESDM No. 57 Tahun 2017, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemakaian standar dan label hemat kekuatan untuk produk-produk pendingin ruangan guna mencegah kian banyaknya AC boros kekuatan yang terjual di pasaran.

Jadi, di negara kita telah melegalkan yang namanya minimum energy performance standard untuk alat pengkondisi udara atau AC, dimana produk-produk AC yang beredar di Indonesia wajib memenuhi persyaratan MEPS hal yang demikian,kata Direktur Konservasi Tenaga Direktorat Jenderal Tenaga Baru Terbarukan dan Konservasi Tenaga, Hariyanto.

Lanjutnya, pelegalan SKEM juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat supaya memilih produk-produk yang efisien. Masyarakat malahan diinginkan akan mendapat produk hemat kekuatan dan berkontribusi dalam mengurangi tarif pembangkit kekuatan dan emisi gas rumah kaca.

Ia senada diberi tahu oleh Presiden Direktur PT. LG Electronics Indonesia, Seungmin Park. berkeinginan, dengan sertifikasi yang sudah didapat LG Single Commercial Air Conditioning dari EPES UI, akan lebih banyak konsumen menerapkan teknologi inverter dan menciptakan Indonesia lebih hijau.

Lakukan kini dari rumah Anda untuk Indonesia yang lebih bagus. Ayo hemat kekuatan bersama LG!, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *